Minggu, 20 Mei 2018

[Review] Midnight Prince

0



Judul: Midnight Prince
Penulis: Titi Sanaria
Penerbit: Elexmedia Komputindo
Tebit : Cetakan pertama, April 2018
Tebal : 267 halaman
ISBN : 978-602-04-5783-3


Blurb


“Menurutku, kamu menyukaiku.”
“Menurutku, kamu terlalu percaya diri.”
“Aku mengenalmu, Ka. Sebelum sesuatu yang aku nggak tahu itu apa, kamu nyaman denganku.”

Mika sadar, sudah saatnya dia meninggalkan masa-masa terpuruk dalam hidupnya. Menjalani kehidupan normal selaiknya seorang perempuan dewasa yang bahagia, seperti kata sahabatnya. Menemukan seseorang yang tepat, menjalani hubungan yang serius, kemudian menikah.
Lalu Mika bertemu Rajata. Semua nyaris sempurna seperti harapan semua orang untuknya, sebelum sebuah kenyataan menyakitkan menghantamnya telak. Membuatnya perlahan-lahan menghindari laki-laki itu, mengubah haluan menjadi seorang pesimis yang tak percaya pada kekuatan cinta. Dia berusaha mematikan perasaannya tanpa tahu kalau Rajata justru mati-matian memperjuangkannya.
Jika dua orang yang sudah tak sejalan bertahan di atas kapal yang nyaris karam, akankah mereka bertahan bersama, atau mencari kapal lain untuk menyelamatkan diri masing-masing?


Review 

Ada ungkapan terkenal yang setiap orang pasti tahu 'Hidup seperti roda yang berputar, kadang ada di atas dan kadang ada di bawah.' Begitulah kira-kira yang terjadi pada roda kehidupan Mika. Dulu, Mika hanyalah gadis manja yang bisa mendapatkan segala apa yang diinginkan dalam hidup. Semua harus berubah ketika kebangkrutan perusahaan ayahnya dan disusul dengan kematian sang kepala rumah tangga. 
Saat itu Mika baru memulai kehidupan kuliah. Ibu yang harusnya menjadi sandarannya, tidak bisa diharapkan ketika sang ibu malah menghadapi depresi akut. Sedangkan adiknya, Dhesa, yang saat itu hanyalah siswi SMP, sama-sama tergoncang dengan keadaan ekonomi keluarga yang terpuruk. Mika mulai detik itu juga merasa bahwa dirinya sekarang adalah tulang punggung keluarga. Tidak ada seorang pun yang bisa membantunya ketika semua orang di sekelilingnya seakan menutup mata. Hanya Kinan dan keluarganya yang membantu Mika. Satu-satunya sahabat yang membantu keluarga Mika. Namun, seakan kemalangan Mika belum juga berakhir, Mika harus kehilangan Dhesa. Kematian Dhesa semakin menjadikan Mika pribadi yang tertutup dan tidak bisa mempercayai siapa pun.
Dengan bantuan ayah Kinan saat ini Mika bekerja sebagai dokter di IGD di rumah sakit milik keluarga laki-laki yang telah menghancurkan kehidupan satu-satunya adiknya. Bukan balas dendam yang diinginkan Mika. Jauh di dalam lubuk hatinya, Mika hanya ingin tahu, bagaimana kehidupan keluarga laki-laki yang telah tega menghancurkan kehidupan adiknya.
Pertemuan Mika dengan lelaki misterius di atap rumah sakit tempatnya bekerja sedikit mengubah ritme kehidupan Mika. Kehadiran lelaki itu membawa perubahan pada Mika. Sedikit demi sedikit Mika mulai percaya kembali yang namanya cinta. Sayangnya hal itu tidak berlangsung lama ketika Mika mulai mengetahui identitas lelaki misterius itu. Siapa yang menyangka masa lalu Mika terhubung dengan lelaki itu? Kemalangan apa lagi yang akan Mika jumpai?

******

Sejak membaca halaman pertama novel ini yang sangat saya rasakan adalah kesedihan Mika. Penulis begitu baik dalam menggambarkan perasaan hancur Mika ketika keluarganya tidak lagi utuh. Kepahitan masa lalu Mika, kerasnya hidup yang harus dijalani oleh Mika sangat bisa dirasakan oleh saya sebagai pembaca. Bisa dikatakan Mika hanyalah gadis biasa, seorang dokter muda, yang menunggu masa pendidikannya sebagai spesialis dengan bekerja di rumah sakit. Masa lalunya lah yang mengubah Mika menjadi pribadi yang tertutup. Seorang dokter muda yang memiliki sifat sarkastik dan tertutup pada dunia yang tidak mau percaya lagi yang namanya cinta.
Midnight Prince, judul buku ini bisa diartikan secara bebas sebagai Pangeran Tengah Malam. Karena sudah pernah membaca buku penulis sebelumnya yang kebetulan agak berbau mesum, saya sempat punya pikiran buku ini pun begitu. Ternyata salah besar sih, kebetulan saja pikiran mesumku sedang mampir. lol
Judul dan kaver buku ini sangat sesuai dengan isi bukunya. Pertemuan Mika dengan lelaki misterius pada tengah malam di atap rumah sakit tempatnya bekerja. Sama seperti Mika, saya pun merasa pertemuan ini begitu spesial. Perjumpaan di tempat favorit Mika dengan lelaki spesial. Salahkah Mika ketika menganggap kehidupannya sudah mulai membaik? Tidak akan ada lagi kesedihan yang mencoba menyusup. Tetapi mungkin harapan hanyalah tinggal harapan.
Sejak awal saya sudah menduga bahwa Rajata, lelaki misterius yang ditemui Mika, berhubungan dengan masa lalunya. Namun, dengan sifat Rahaja yang ceria dan pantang menyerah walau menghadapi sifat jutek Mika. Sifat Rajata yang sangat bertolak belakang inilah yang mau tidak mau membuat hati Mika semakin luluh. Penolakan Mika pada Rajata semakin sulit ketika hati Mika sudah tidak bisa dibohongi kembali.
Konflik inilah yang coba dimunculkan penulis. Mika di hadapkan dengan lelaki yang berhubungan dengan masa lalunya. Sekuat apa pun Mika menolak sepertinya jalan satu-satunya yang harus Mika lakukan adalah berdamai dengan masa lalu. Memaafkan. Kata yang sepintas sangat mudah diucapkan. Namun, bisakah dilakukan ketika kita berada di posisi Mika?
Menurutku, bagian yang paling nyesek itu adalah ketika Mika mau mulai berdamai dengan masa lalunya. Pertemuan Mika dengan Robby, lelaki yang menghancurkan hidup adiknya, menjadi bagian yang paling mengharu biru. Saya memang nggak sampai menitikkan air mata, tapi percaya lah ketika membaca bagian ini saya pun sama seperti Robby, hancur lebur. Makanya nggak heran juga banyak Tim Robby yang gagal move-on. Saya termasuk salah satunya sih kepengin baca cerita tentang Robby. Padahal di awal-awal saya sempat membenci Robby, sama bencinya seperti Mika. Beruntungnya diri ini karena sepertinya sang penulis memang mempunyai rencana menulis cerita tentang Robby.
Midnight Prince menjadi bacaan tersendu dan tersuram yang saya baca di Bulan Mei ini. Penuturan cerita yang memakai sudut pandang Mika pun semakin membuat cerita di dalam buku ini semakin sendu. Namun, saya takjub dengan kemampuan penulis yang membuat novel ini tidak selalu terkesan suram. Interaksi Mika dan Rajata mampu mengimbangi isi novel ini karena melihat bagaimana Rajata begitu mencintai Mika mampu membuat hati saya ikutan berbunga-bunga. Tingkah konyol Rajata demi menarik perhatian Mika, sangat menghibur dan membuat saya senyum-senyum sendiri. Semua yang dilakukan Rajata demi Mika sangat menggambarkan bahwa Rajata tulus mencintai Mika. Perasaan saya dan Mika pun sama-sama teraduk-aduk oleh tindakan yang dilakukan Rajata.
Ah, lagi-lagi sungguh bahagia rasanya bisa menemukan bacaan yang menyenangkan seperti ini. Setelah menamatkan buku ini saya mengaku jatuh cinta pada tulisan penulis dan menjadi salah satu penggemarnya. Dan berharap bisa membaca seluruh tulisan penulis. Tak ada salahnya ketika pembaca lain pun mencoba buku ini. Bisa dipastikan sama seperti saya akan langsung jatuh cinta pada tulisan penulis. Selamat membaca.

Minggu, 13 Mei 2018

[Review] La La Love

0




Judul: La La Love
Penulis: L. E. A. L. A
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbitan: Cetakan 1, Mei 2018
Tebal: 272 Halaman
ISBN: 9786020385013



Sinopsis

Julian mengenal Giana sebagai perempuan sinis dengan lidah menyilet yang menjengkelkan. Sementara di mata Giana, Julian adalah playboy berengsek yang tak cocok dengan dunia pernikahan. Mereka adalah seteru. Kematian mendadak calon suami Giana di Jakarta dan rahasia menyakitkan yang terbuka kemudian, menghancurkan dunia perempuan itu. Sekalipun dia tak pernah menduga, Julian malah setia menemani di titik terendah hidup Giana.
Kembali ke Wina, Julian dan Giana memulai pertemanan baru. Hingga keduanya bisa melihat sisi lain masing-masing yang tak terduga. Giana ternyata lucu dan periang, Julian lembut dan penyayang. Cinta seperti bola api liar yang menerjang hidup Julian-Giana. Melumat segala batas yang menjadi dinding di antara mereka. Namun, keduanya tak boleh salah perhitungan. Karena ada bagian masa lalu Julian yang masih mengintip dan belum sepenuhnya selesai.
Belum lagi keluarga Giana yang amburadul membuatnya kehilangan rasa aman. Benarkah Julian mampu menghangatkan dunia Giana yang sepi dan gersang? Akankah Giana menjadi perempuan yang didambakan Julian setelah pengalaman mematikan yang pernah dialaminya? Dalam La La Love, Julian Magdi dan Giana Amabel menceritakan kisah mereka....

Review 

GIANA AMABEL adalah tipe perempuan yang penuh perencanaan. Sebagian orang mungkin akan menganggapnya kaku. Dia terbiasa merancang apa yang akan dilakukan setelah membuat pertimbangan matang. Terutama untuk hal-hal penting dalam hidup seorang manusia. Melepaskan masa lajang adalah salah satunya.
Giana merasa 2 tahun adalah waktu yang cukup untuk meyakinkan dirinya untuk menerima lamaran dari pacarnya, Emil. Walau ada keraguan mengingat Emil meminta Giana untuk tinggal di Indonesia setelah pernikahan mereka nanti. Pasalnya Giana sudah terlalu nyaman dengan suasana Wina yang dirasanya pilihan lebih baik dari pada keruwetan Jakarta. Tempat di mana hal-hal buruk yang hanya bisa diingat Giana. Keputusan sudah diambil dan Giana tidak memerlukan keraguan lagi di hatinya. Sayangnya berita kematian mendadak Emil di Jakarta membuat semua hidup Giana hancur lebur. Giana yang kalut langsung terbang ke Jakarta tanpa tahu siapa yang sudah menunggunya di bandara. Seseorang yang sama sekali tidak pernah menjadi pilihan Giana untuk dilihatnya, apalagi di hari terkacaunya.
Seandainya bisa, JULIAN MAGDI akan lebih memilih menghindari Giana. Namun, atas nama pertemanan yang sudah terjalin lumayan lama dengan Emil, dia harus menelan keengganannya. Pasalnya Julian tahu keluarga Emil tidak ada yang bisa menjemput Giana. Pada mulanya hubungan Julian dan Giana baik-baik saja, dia mengenal Giana karena Emil sering mengajak pacarnya ketika kumpul-kumpul bersama. Hingga suatu ketika Giana bersikap lancang dan mencap Julian sebagai cowok playboy. Padahal hubungan Julian dan Giana tidak sedekat itu hingga Giana bisa mengomentari moral Julian. Sejak saat itu Julian tidak pernah merasa nyaman berada di dekat Giana. Hubungan mereka pun tidak pernah akur. Hanya karena hati nuraninya sedang bertingkahlah Julian sekarang menghabiskan waktu liburannya di tanah air menemani Giana yang sedang berduka.
Yang tidak mereka tahu adalah takdir sudah mempunyai rencana sendiri ketika mereka berdua dipertemukan. Mereka berdua mulai mengenal sifat masing-masing. Selama ini mereka berdua mempunyai asumsi salah. Setelah saling mengenal lebih dekat Julian dan Giana merasakan kecocokan satu sama lain. Mungkinkah mereka berdua bisa bersama dan saling menguatkan hati yang pernah terluka?

*****

Ah, rasanya sudah lama sekali bisa merasa sebahagia dan semenyenangkan ini ketika membaca suatu cerita. Sangat tepat ketika saya akhirnya memilih novel La La Love sebagai bacaan pertama di Bulan Mei ini. Sejak awal saya langsung jatuh cinta dengan Giana. Kegamangan Giana untuk memutuskan menikah atau tidak dengan pacarnya digambarkan dengan baik sekali oleh penulis. Membuat saya langsung bersimpati pada Giana. Alur cepat yang dipilih penulis pun sempat membuat saya ngos-ngosan, pasalnya kejadian yang menimpa Giana begitu bertubi-tubi. Setelah mendengar berita kematian calon suaminya dan kemunculan tiba-tiba Julian. Giana tidak dibiarkan bernapas lega dengan langsung mengetahui rahasia yang disimpan rapat oleh Emil darinya. Sama seperti Giana, saya pun dibuat megap-megap. Walau sangat ingin tidak diakui oleh Giana, kehadiran Julian sangat disyukurinya. Siapa sangka orang yang sangat dibenci Giana malah menjadi sandarannya?
Dari sinopsis novel ini sangat jelas, akan seperti apa hubungan Giana dan Julian nantinya. Yang sangat tidak saya duga adalah bagaimana proses yang dipilih penulis. Saya bisa pastikan siapapun yang membaca novel ini akan setuju dengan pendapat saya bahwa Julian itu husband material banget! Saya juga mau dong dikenalin cowok model Julian!
Saya merasa Giana ini sangat cocok sekali dengan Julian. Julian orangnya sangat santai bisa mengimbangi Giana yang kaku dan sinis. Kebersamaan mereka yang bisa dibilang biasa-biasa saja entah kenapa sangat romantis. Saya bisa pastikan hubungan mereka berdua ini super baper, bikin pembaca senyum-senyum sendiri. Padahal kencan mereka berdua hanya dihabiskan di flat Giana, dan makan bersama masakan Julian. Betul, kan? Siapa yang nggak bakal terpesona sama Julian yang sudah ganteng jago masak lagi!
Salah satu hal unik lain dari novel ini adalah karena termasuk seri Around The World With Love. Dan seting yang dipilih adalah Kota Wina. Seperti kebanyakan orang yang saya kenal dari Wina adalah musik klasiknya yang mendunia. Tapi penulis mencoba mengenalkan Kota Wina dari sisi lainnya. Walau tidak diceritakan secara mendetail sekali saya menjadi tahu tentang Istana Schobrunn, lokasi kencan pertama yang dipilih Julian ketika mulai pendekatan dengan Giana.
Hampir tidak ada yang tidak kusuka ketika membaca novel ini. Hanya saja satu yang mungkin menjadi ganjalan buat penulis adalah tolong jangan buat Julian lebih sempurna lagi dong, sepanjang halaman sampai akhir saya dibuat iri kepengin dapat julukan 'ceweknya Julian' seperti Giana. lol.
Well, saya suka sekali membaca cerita dengan hubungan parcintaan seperti Julian dan Giana. Karena mereka berdua bersama mereka berdua saling belajar dari pasangannya. Saya suka bagaimana perubahan-perubahan positif yang terjadi pada Giana. Di sini digambarkan bahwa Julian adalah pria baik yang rajin beribadah. Julian tidak pernah menegur ataupun mengomentari Giana, dia lebih suka memberi contoh dan lama-lama sifat Julian inilah yang membawa perubahan positif pada Giana. Giana lebih banyak tersenyum, sifat sinis dan kakunya pun berkurang. Giana yang awalnya tidak mau bersosialisasi dengan siapapun mulai membuka hatinya pada teman satu kantornya. Perubahan ke arah lebih baik tentunya jika kita bertemu pasangan yang tepat.
Ah, benar-benar bacaan yang menyenangkan dan membahagiakan. Pastikan untuk bisa berkenalan dengan Julian dan Giana. Selamat membaca.

Minggu, 11 Februari 2018

[Review] Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990

2




Judul: Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books
Tahun terbit: April, 2014
Tebal buku : 332 halaman
ISBN: 9786027870413


"Kuakui, dia selalu memiliki cara yang sulit kuduga untuk membuat aku merasa suprise dan  sangat terharu. Apa yang dia lakukan benar-benar istimewa, sesuatu yang berbeda yang tidak pernah terpikir orang lain. Sesuatu yang selalu berhasil untuk membuatku merasa dicintai, merasa sangat dihargai dengan cara istimewa dan dengan cara yang tidak biasa."

Fenomena Dilan. Itulah yang terjadi saat ini di tahun 2018. Hampir semua kalangan membicarakan Dilan. Terutama para ABG. Yang tadinya tidak tahu tentang Dilan demi dianggap kids zaman now, semuanya mulai mencari. Hal itu terjadi karena saat ini sedang diputar film Dilan di bioskop. Walau begitu sebelum cerita Dilan diadaptasi ke layar lebar, novel Dilan sudah termasuk jejeran novel best seller. Adaptasi ke layar lebar hanya menjadikan cerita Dilan menjadi semakin populer.
Saya sendiri termasuk salah satu minoritas. Walau dari dulu saya penasaran siapa sih sebenarnya Dilan, hati saya belum tergerak. Baru saat ini ketika mendapat kesempatan tanpa membuang waktu saya pun ingin terjangkit wabah fenomena Dilan. 
Dilan, seseorang yang dikenal Milea ketika keluarganya harus pindah ke Bandung karena alasan pekerjaan ayah Milea yang seorang tentara. Milea merasa perkenalan dengan Dilan sangat tidak biasa. Dengan tiba-tiba dan dengan tanda tanya besar. Bagaimana tidak? Seorang anak laki-laki yang tak dikenal mendatangi dirinya di pagi hari ketika perjalanan ke sekolah, bukannya menggoda ingin mengajak berkenalan, yang dilakukan Dilan adalah meramal Milea.
Yup, aneh bin ajaib, itulah kesan yang kudapat dari Dilan. Pendekatan yang dilakukan Dilan benar-benar beda dari kebanyakan. Pantas saja membuat Milea penasaran. Saya pun sebagai pembaca dibuat heran dengan segala tingkahnya itu. Tapi, entah kenapa tingkah Dilan malah bikin nagih. Saya paham betul perasaan Milea, kalau jadi Milea siapa pun akan langsung menaruh rasa pada Dilan. Walau kadang tingkah Dilan aneh dan jayus, tapi ada saja tingkahnya yang manis mengena di hati. Bikin para pembaca dan Milea klepek-klepek. lol.
Ide cerita Dilan sendiri sangat sederhana dan umum, kisah percintaan remaja. Namun, kekuatan buku ini adalah justru di situ. Cerita Dilan khas remaja sekali. Anak SMA yang saling jatuh cinta. Walaupun novel ini bersetting tahun 1990, sesuai judul novelnya, anehnya sangat bisa diterima dan tidak ada kesulitan bagi saya untuk menyelami suasana Bandung Tahun 1990. Pacaran ala remaja tahun 1990 : jalan-jalan keliling kota dan sembunyi-sembunyi kencan menggunakan telepon rumah.

“Dilan mungkin tidak paham dengan teori bagaimana seorang lelaki harus memperlakukan wanita, tapi apa yang dia lakukan selalu bisa membuat aku merasa istimewa dan lain daripada yang lain. Menjadi wanita yang paling indah yang pernah kurasakan. Tanpa perlu berlebihan bagi dia untuk membuat aku merasa lebih.”

Saya jatuh cinta pada Dilan. Iya, walau awalnya tidak mau mengakui. Habis bagaimana lagi keanehan Dilan justru membuat saya terpesona. Mungkin di situlah letak keunikan Dilan. Karakter Dilan sangat unik. Dilan digambarkan sebagai remaja SMA anggota geng motor yang jatuh cinta pada Milea, gadis cantik pindahan dari Jakarta. Walaupun memang semua yang menyangkut geng motor konotasinya jelek, tapi Dilan berbeda. Yang aku tangkap Dilan itu super romantis. Dilan kadang terlihat cuek, tapi kata-kata yang keluar dari mulut Dilan entah kenapa selalu terkesan romantis. Semua kata-kata yang ditujukan untuk Milea penuh cinta dan kerinduan. Makanya saya selalu senyum-senyum sendiri ketika Dilan sedang mengobrol dengan Milea.
Yang agak mengganggu dari novel ini adalah gaya penulisan yang disajikan oleh penulis. Saya kurang menyukai tulisan non baku dan dialog-dialog santai yang dipakai penulis. Namun, jujur saja walau memang mengganggu kenyamanan dalam membaca entah karena ceritanya yang mengalir atau memang ini keahlian penulis saya makin menikmati dan tidak peduli dengan semua itu. Yang saya pedulikan hanyalah bahwa iya, Dilan super romantis.
Buku ini adalah awal dari seri Dilan. Sudah menjadi kebiasaan buku berseri membuat para pembacanya penasaran dengan cerita selanjutnya. Saya pun masih ingin tahu bagaimana kelanjutan kisah Dilan dan Milea. Akankah sesuai dugaan saya? Ah, kepengin cepat-cepat dapat kesempatan bisa membaca buku Dilan lainnya.
Bagi yang ingin terjangkit wabah fenomena Dilan, tidak ada salahnya mencicipi buku ini. Apa lagi ketika ingin mencocokkan dengan versi layar lebarnya. Bagi yang sudah menonton cerita Dilan di bioskop, belum afdol rasanya jika tidak membaca versi novelnya. Selamat membaca. 

Sabtu, 09 Desember 2017

[Review] For A Better Tomorrow

0



Judul : For a Better Tomorrow
Penulis : Rini Zabirudin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal  : 256halaman
Tahun Terbit : Cetakan I, Mei 2015

"Tetaplah berada di dekatku. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu."
Ellis belum bisa berhenti menyalahkan diri sendiri atas kematian suaminya. Dia memutuskan untuk hidup menyepi dan menjadi seorang herbalis seperti yang dilakukan neneknya.
Pertemuannya dengan Bima telah mencairkan hatinya yang dingin. Tetapi, Bima datang dengan membawa masalah besar baginya. Mereka harus berjuang bertahan hidup sambil melepaskan setiap luka di hati.
Saat mereka berdiri di sisi jalan yang berbeda, sekali lagi Ellis harus memilih, hidup seperti apakah yang ingin ia jalani? Atau… bisakah Bima meninggalkan segalanya demi Ellis? 

***********

Pengalaman membaca novel ini adalah seperti membaca novel terjemahan. Bukan dari gaya bercerita sebenarnya alur dari awal sampai akhir sama persis seperti novel romance terjemahan yang sering saya baca. Bukan berarti jelek tentu saja. Malah saya sangat menikmati cerita Bima dan Ellis.
Hanya saja setting di novel ini sangat sulit saya bayangkan terjadi di Indonesia. Pelarian ex-tentara yang kabur ke hutan rimba dan setelah lolos bertemu wanita cantik dan baik hati yang mau menampung dan memberinya pekerjaan. Sang wanita walau tinggal sendiri dengan nekat mempersilahkan sang buronan tinggal bersamanya dan berujung saling jatuh cinta. The End.
Mirip novel-novel terjemahan, kemungkinan sang penulis suka sekali membaca novel Harlequin. 
Sejak membaca prolog, saya dibuat penasaran karena sang tokoh utama Bima di penjara dan disiksa. Dari awal sudah menggungah minat makanya saya tidak bisa berhenti membacanya. Walau setelah Bima berhasil kabur dan hidup tenang di hutan buatan Ellis cerita berjalan lambat, saya sangat menikmati membaca keseharian mereka berdua. Mungkin karena saya agak penasaran dengan pekerjaan Ellis. Ellis seorang ahli pengobatan herbal. Setiap hari yang dilakukan Ellis adalah mencari bahan-bahan herbal untuk pengobatan para pasiennya. Jadi, walau cerita hanya berkisar hutan dan rumah Ellis entah kenapa saya tidak bisa berhenti membaca dan penasaran. Saya masih tetap penasaran nasib Bima yang masih seorang buron, tapi keseharian mereka yang terlihat membosankan justru sangat menarik di mata saya.
Perasaan yang timbul di antara kedua tokoh pun tersusun dengan baik. Tidak ada istilah jatuh cinta tiba-tiba di antara mereka berdua. Keseharian mereka berdua yang membuat semakin dekat. Bima yang penasaran mengapa wanita secantik Ellis bisa hidup sendiri. Dan Ellis yang penasaran mengapa Bima begitu tertutup ketika kehidupan pribadinya terusik.
Walau saya masih agak merasa mustahil Ellis berani-beraninya membiarkan orang asing tinggal dengannya. Seakan-akan Ellis tak kenal rasa takut. Atau Ellis hanya percaya terhadap instingnya?
Penyelesaian kasus Bima pun ditutup dengan baik. Walau tidak diceritakan secara mendetail. Mau bagaimana lagi, tema novel ini memang masih murni romance. 
Bacaan yang membuat saya senang dan patut dibaca oleh semua pembaca lainnya. Selamat membaca. 








Jumat, 08 Desember 2017

[Review] Putri Kunang-Kunang

0



Judul: Putri Kunang-Kunang
Penulis: Titi Setiyoningsih
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 189 halaman
Tahun terbit: 2015

Kasanding Hapsari–Sanding–harus meninggalkan desa tempat tinggalnya sejak kecil dan pindah ke kota. Di kota Sanding harus masuk ke sekolah keren dan terkenal. Hal itu membuat Sanding merasa masuk ke sarang Alien. Ia harus siaga dari gangguan para anggota genk populer, terutama Ragan Subagya.
Untuk membuatnya betah bersekolah di sekolah barunya, Sanding masuk ke ekskul drama, eskul yang katanya perkumpulan orang-orang cupu. Tapi karena suatu hal, tiba-tiba seorang anggota populer bernama Pranatakala Wicaksana harus masuk ke ekskul drama. Dan cowok itu harus menjadi lawan main Sanding dalam lakon Ramayana, berperan sebagai Rama.
Karena sering berjumpa hubungan Kala dan Sanding semakin baik. Mereka kian dekat. Hingga tanpa sadar mereka saling jatuh cinta. Tapi hal itu tentu saja membuat geng populer tidak senang, terutama Afro dan Ragan. Alasannya karena Afro masih mencintai Kala dan Ragan, diam-diam mencintai Sanding.

*********

Novel ini dibuka dengan tokoh utamanya sedang bekerja di sebuah kafe dekat pantai. Ah, mengingatkan saya akan masa lalu. Tepatnya impian masa kecil. Dulu, sewaktu sedang rajin-rajinya baca komik, saya selalu punya impian bisa bekerja paruh waktu ketika musim panas. Tempat kerja yang akan dipilih adalah yang dekat pantai. Alasannya sederhana, ketika waktu istirahat saya bisa menikmati makan mie soba dan ice cream. x9
Yah, walau pada kenyataannya cerita Sanding sangat berbeda dengan impian saya. Sanding buru-buru meninggalkan pantai pujaannya demi melanjutkan sekolah di kota. Ayahnya menginginkan mereka berdua pindah demi memenuhi keinginan terakhir mendiang ibu Sanding.
Kehidupan baru Sanding sebagai murid SMA terbilang bukan menyenangkan. Pasalnya di hari pertamanya Sanding membuat kesalahan dengan membantu murid yang diganggu oleh geng populer, Ragan. Alhasil, kehidupan damai Sanding pupus sudah. Ada saja keusilan Ragan yang membuat Sanding hampir meneteskan air matanya.
Saya sudah agak menebak pasti si pem-bully ini sebenarnya jatuh cinta dengan Sanding. Atau kalau tidak akan ada pangeran berkuda putih yang menyelamatkan sang putri dari penindasan. Adalah Kala yang mulai terpesona dengan kedua mata Sanding  yang memancar indah seperti kunang-kunang. Kala yang awalnya tidak mau mengakui perasaan sayangnya pada Sanding lambat laun mulai menyadari kesalahannya selama ini. Dan, akhirnya mereka berdua bisa berteman akrab dan memutuskan untuk saling merajut kasih. Yanh Sanding tidak tahu adalah bahwa kehadiran Ragan mengusik hidupnya.
Kelemahan novel ini adalah terlalu banyak tokoh yang ingin penulis ceritakan. Saya sejujurnya tidak menyukai cerita dengan terlalu banyak tokoh. Porsi tokoh utamanya menjadi berkurang dan hal ini membuat saya kurang menyukainya ketika tidak fokus pada pemeran utamanya saja.
Saya merasa lelah mengingat nama-nama tokoh yang banyak. Alhasil saya suka kelupaan tokoh A ini yang mana, dan siapa pula tokoh C. Mendekati halaman terakhir saya mulai merasa bosan dan tidak fokus dalam membacanya. Keinginan saya hanyalah segera menamatkan cerita Sanding.
Well, walau saya kurang menikmati novel ini dan tidak merekomendasikan untuk dibaca tetap saja selera orang berbeda. Kecocokan baru bisa diketahui ketika mencoba mengalaminya sendiri. Selamat membaca. 






luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com